Pembangunan Jembatan Penghubung Lokapaksa–Ringdikit Terus Berlanjut, Fokus pada Pekerjaan Pondasi dan Struktur Awal

SERIRIT, (30/04/2026) — Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di wilayah Kodim 1609/Buleleng terus berjalan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Jembatan gantung ini dirancang untuk menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, sebagai bagian dari upaya peningkatan konektivitas antarwilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan pedesaan. Pada pelaksanaan kegiatan hari Rabu, sejumlah pekerjaan fisik terus dikerjakan dengan capaian yang bervariasi. Pengerjaan penggalian lubang anchor bentangan bawah telah mencapai 11,5 persen, sementara pemasangan batu gunung lantai dasar pilon dan pengecoran menunjukkan progres signifikan sebesar 40 persen. Selain itu, pekerjaan pemasangan besi cerucuk untuk pondasi tiang pylon dan besi angkur bandul telah mencapai 17 persen, disusul pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi dekat sebesar 16,5 persen serta pengecorannya mencapai 16 persen. Di sisi lain, progres pada tepi jauh juga mulai menunjukkan perkembangan, di antaranya pembesian pondasi tiang pylon dan bandul mencapai 13 persen serta pengecoran pondasi sebesar 13 persen. Kegiatan pemasangan bowplank untuk penggalian pondasi tapak baik di tepi dekat maupun tepi jauh telah selesai 100 persen. Sementara itu, proses dropping dan pelangsiran material di tepi dekat telah mencapai 15 persen dan di tepi jauh sebesar 10 persen, guna mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi berikutnya. Secara keseluruhan, progres pembangunan jembatan hingga saat ini telah mencapai 20,5 persen. Adapun rencana pekerjaan selanjutnya difokuskan pada pembesian pondasi tiang pylon dan bandul di tepi jauh, pengerjaan lantai kerja, penggalian lubang anchor, serta pelangsiran material tambahan untuk mempercepat pembangunan di sisi tepi jauh. Jembatan ini memiliki panjang bentangan sungai 50 meter dan panjang total jembatan 60 meter, dengan titik koordinat pekerjaan yang telah ditentukan di kedua sisi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan personel TNI AD yang terdiri dari 5 orang dari Koramil dan 2 orang dari Zibang. Hingga saat ini belum terdapat pelibatan dari tim VRI maupun masyarakat. Secara umum, situasi dan kondisi di lokasi kegiatan terpantau aman dan terkendali, sehingga diharapkan seluruh tahapan pembangunan dapat terus berjalan lancar dan selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan.